Launching 1000 Biosaver dalam IGHC
Kontribusi
Inisiasi GHC Green Hita Curriculum merupakan implementasi bagian Palemahan dari konsep Tri Hita Karana. Gerakan kepedulian terhadap lingkungan terus digencarkan melalui berbagai aksi nyata. Yayasan Taruna Hita Global (THG) meluncurkan Gerakan 1000 Biosaver yang dirangkaikan dengan peresmian kantin tanpa sampah plastik, serta kegiatan penanaman pohon (planting) sebagai visi program yayasan yakni Green Hita. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMPN 4 Sukasada, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (17/12/2025).
Peluncuran gerakan ramah lingkungan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., didampingi Kepala Desa Panji Anom, Bapak Nyoman Mustanda, serta dihadiri sejumlah undangan dari berbagai unsur pendidikan Kepala Sekolah, Guru dan pemerhati lingkungan.
Pihak Yayasan Taruna Hita Global, menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, yang bisa berimbas kepada murid dan masyarakat luas.
Menurutnya, pembuatan biosaver dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah banjir, sekaligus menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah organik dan mengurangi penggunaan plastik di lingkungan sekolah.
“Kita berupaya untuk meciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari sampah plastik dengan mendorong penggunaan daun-daunan sebagai pembungkus makanan serta mendorong pembuatan biosaver sebagai uapaya pecegahan banjir, pengolahan sampah organik secara mandiri, serta tidak mebuang sampah sembarang tempat kami akan mengembangkan gerakan ini di Kabupaten Buleleng,”
Kegiatan ini juga mendukung dalam menyukseskan Gerakan Bali Bersih dan Gerakan Wisata Bersih, dengan bertumpu semangat pergub dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Selain Biosaver kita mengajak semua warga senantiasa terbiasa peduli lingkungan termasuk menanam pohon serta pengurangan penggunaan plastik dari sumber, karena selama ini pengelolaan sampah mengandalkan sistem open dumping yakni angkut dan tumpuk, menimbulkan banyak persoalan yang sulit diurai.
Planting & 1000 BIOSAVER



