Postingan
REFLEKSI 2025 DOORPRIZE NEW YEAR 2026
Refleksi Kegiatan Tahun 2025 Forum Komunitas Lingkungan Kab. Buleleng Pemasangan Plang Stop Luutung Parade Stop Luutung & Stop Luubak Beach Clean Pantai Pemaron dan Doorprize Green Angket Edukasi #gersaplast di TK Widya Laksmi, TK Desa Panji Anom, TK Dewi Kumara Pembinaan Pengelolaan Sisaku di SDN 1 Tukadmungga Integrasi Green Hita Curriculum di SMPN 4 Tejakula Membantu perjuangan warga terdampak PLTD Pemaron #pltdpemaron Pembentukan DC 100 org Save Plastics Pilot project pembuatan kompos, 100 org Pelatihan ketrampilan SPA dan HK murid2 di SKB Pemaron Membantu anak-anak ekonomi kurang mampu diawal semester untuk uang pakaian Launching Gerakan 1000 Biosaver, Zero Plastics School Seed & Planting Dooprize akhir tahun 2025 Semoga Ibu/Bpk berkenan berkontribusi agar kegiatan kami berlanjut, biaya pengeluaran akan disampaikan ke para donatur/sponsor Terima Hita Kasih Green 46 Community THG Foundation
IGHC Launching Gerakan 1000 Biosaver
Kontribusi Gerakan kepedulian terhadap lingkungan terus digencarkan melalui berbagai aksi nyata. Yayasan Taruna Hita Global (THG) meluncurkan Gerakan 1000 Biosaver yang dirangkaikan dengan peresmian kantin tanpa sampah plastik. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMPN 4 Sukasada, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (17/12/2025). Peluncuran gerakan ramah lingkungan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., serta dihadiri sejumlah undangan dari berbagai unsur pendidikan dan pemerhati lingkungan. Ketua Yayasan Taruna Hita Global, I Made Budiyasa, menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembuatan biosaver dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah banjir, sekaligus menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah organik dan mengu...
THG BIOSAVER
THG BIOSAVER THG BIOSAVER Lubang Sari / Biosaver/biopori diameter 15cm dalam 1 meter Volume air 14 liter anggap meresap 2x menyerap 28 liter Jika di halaman rumah punya 50 Biosaver/ biopori minimal jarak 1 meter. 28 L x 50 = 1400 L 1 mm curah hujan 1 are menampung air 100 L Asumsi dengan 1 are halaman dengan 50 biopori kita seperti punya luas tanah 14 are. Asumsi 1 Biosaver/Biopori biayanya Rp 10.000 dengan Biaya Rp 50.000 anda memiliki 5 Biosaver/Biopori dihalaman, 5 Biosaver ini setara dengan luas tanah 1 are
Apa itu Amdal UKL UPL SPPL SLO
AMDAL AMDAL atau Analisis Dampak Lingkungan adalah izin yang wajib dipenuhi oleh usaha kegiatan dengan dampak besar dan penting, seperti tambang, PLTU, PLTD atau industri skala besar. Prosesnya panjang, melibatkan penyusunan dokumen, penilaian, hingga sidang komisi. UKL- UPL UKL-UPL adalah singkatan dari Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup. Rencana atau langkah yang akan dilakukan perusahaan/kegiatan usaha untuk mengelola dampak lingkungan yang mungkin timbul (misalnya mengurangi limbah, mengolah air buangan, mengendalikan enmisi). UPL rencana atau langkah untuk memantau kondisi lingkungan agar sesuai standart misalnya memantau kualitas air, udara, kebisingan atau keanekaragaman hayati. SPPL SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup) Merupakan dokumen lingkungan hidup yang wajib dimiliki oleh pelaku usaha/kegiatan wajib AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan tidak wajib UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Li...
Kenapa Luutung?
Lutung merupakan kata yang sering dipakai dalam cerita rakyat Bali, yang artinya kera atau monyet. Salah satu judul cerita rakyat yang terkenal tempo dulu adalah I Lutung teken I Kekue ( Monyet dan Kura-kura). Generasi melenia dan Gen z mungkin nyaris tidak mengenal kata lutung untuk orang Bali. Kita tidak membahas ceritanya, tetapi plesetan kata menjadi Luu tung. Luu arti bahasa bali artinya sampah dan tung artinya lempar. Luu tung kita maknai melempar sampah sembarangan. Lutung (monyet) yang memcuri pisang memakan isinya dan melempar kulit sembarangan. Makna yang dimaksud adalah bagi orang yang membuang sampah sembarangan kita konotasikan menjadi Lutung atau monyet. Jika ada orang yang belum memahami untuk menjaga lingkungan, masih nyampah sembarangan artinya banyangan monyet (prilaku primitif) masih memguasai orang tersebut. Bukan orang sembarangan yang berkunjung di kawasan ini ... Karna tidak nyampah sembarangan Sebaliknya? Luu.. tung..🐵🙈🙉🙊🐒 ...
UPDATE PLTGU BULELENG
PETISI WARGA Kamis, 09 Mei 2025 Laporan Kegiatan Koordinasi dan Klarifikasi dengan PLTGU Pemaron oleh Satpol PP menindaklanjuti Audiensi LSM Forkom Link Buleleng yang diketuai Nyoman Tirtawan mantan anggota DPR I Provinsi Bali, mengenai dampak dari operasional mesin PLTGU yang mengganggu lingkungan sekitar. Koordinasi diterima oleh Bapak Adi Sucipta sebagai Asisten Manajer ditemani Bapak Ananta. Dalam penjelasannya disampaikan apa yang menjadi Petisi warga yang termuat dalam surat yang disampaikan kepada Bupati akan ditindak lanjuti bersama dengan UPT PLN lainya, karena masing-masing punya tugas dan kewenangan sendiri-sendiri. Untuk PLTGU dalam hal ini PT Indonesia Power sebagai penanggungjawab sesuai yang disampaikan dalam Petisi terkait dengan suara dan asap yang menimbulkan gangguan kepada lingkungan sekitar dijelaskan bahwa setelah adanya kejadian Black Out, maka sesuai kebijakan dari PLN mesin yang ada dihidupkan untuk memback up dan mendukung pasokan list...
REFLEKSI GALUNGAN
Om Swastyastu Rahajeng Hari Raya Galungan Semeton sedharma semua, pada hari Rabu, 23 April 2025 Refleksi Galungan & Kuningan Dharma/kebenaran melandasi Pikiran, Ucapan dan Tindakan manusia Memperoleh Artha berdasarkan Dharma Artha untuk mencapai tujuan/keinginan manusia Tujuan keharmonisan hidup manusia Bentuk implementasi THK Perjalanan spiritual menuju puncak THK Dimulai dari dasar yakni Lingkungan Kolaborasi Aksi nyata Shanti Om Shanti Shanti Shanti Om Konsep keseimbangan dan keharmonisan kehidupan tak pernah lepas oleh keyakinan kita apa dan bagaimana alam ini terjadi, kerumitan kehidupan yang tidak terpikirkan dengan logika kita. Keterbatasan dan kemampuan manusia dalam perjalanan mencari arti jati diri, darimana kemana dan untuk apa?. Proses pencarian makna kehidupan yang tiada pangkal dan ujung, hal bijak yang dapat kita perbuat selalu berusaha terbaik. Tiga nilai untuk menuntun menuju keharmonisan kehidupan dan alam dikenal dengan istilah "Tri Hita Kara"....
Plank STOP LUUTUNGE
Pemasangan plang STOP Luutung Luu artinya sampah, Tung artinya membuang sampah sembarangan STOP Luutung artinya Stop membuang sampah sembarangan, kalo tidak namanya Luutung atau monyet Mari jaga dan rawat kelestarian lingkungan bersama, sampah akan merusak ekosistem dan keindahan lingkungan. Pemasangan plang STOP Luutung bersama Kepala Satpol PP Kab. Buleleng, diwakili oleh: Kasi OPS Bapak Agus Sastrawan Kasi LIDIK Bapak Kadek Arnaya. Bergabung juga Praktisi dan penggiat lingkungan, Kelompok pencinta alam SMAN 1 Singaraja dan STAH MPU Kuturan, serta masyarakat umum. Peserta Klik sini Masukan: Saran/Pesan/Kritik dari peserta Parade STOP Luutunge semoga lancar dan jalan terus Semoga kegiatan ini terus berjalan karena kegiatan ini sangat bermanfaat dan aktivitas yang dilakukan sangat positif Semoga kegiatan ini bisa menyadarkan masyarakat tentang menjaga lingkungan dari tercemarnya sampah Kegiatan yang dilakukan ini sangat bagus, selain untuk membantu menjaga keb...
Dilema Bunga Hydrangea
Makna Bunga Hydrangea (Kembang Bokor, Sanggul, Pelung) Bunga Hydrangea sangat populer juga di daerah Bali, karena merupakan sarana upacara khususnya sarana canang. Setiap hari umat hindu mengunakan canang, lebih banyak keperluan bunga pada saat hari raya besar. Pada kesempatan ini penulis membahas khusus bunga Hydrangea yang sudah sering digunakan dan masif hampir disetiap canang berisi bunga ini, bukan karna keharusan melainkan karena bentuk bunga warnanya indah dan menarik ditata pada canang, yang memberikan estetika dan keindahan canang itu sendiri. Sisi lain masyarakat Bali yang menggunakan bunga ini jarang mengetahui asal keberadaan bunga ini. Bunga ini berasal dari luar Bali mulanya sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Penanaman ini berkembang di dataran tinggi Kabupaten Tabanan, kemudian merambah ke daerah hulu Kabupaten Buleleng, Desa Wanegiri, Asah Gobleg. Desa Gesing. Hydrangea memiliki makna yang beragam berdasarkan dari keyakinan dan cerita yang berbeda di tiap te...
Hari Raya Nyepi Hijau
Green Holiday Green Hita Çaka 1947 Earth 24 Hour Green Silent Hari Raya umat Hindu di Bali tahun baru Caka 1947 ini sangat spesial disebut Hari Raya Nyepi Hijau Kenapa? Hari Raya Nyepi tahun 2025, yang jatuh pada Hari Sabtu, tanggal 29 Maret 2025 disebut Nyepi Hijau, karena bertepatan dengan Hari Raya tumpek Landep Hari Raya Tumpek Wariga dirayakan setiap enam bulan atau 210 hari sekali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wariga. Tumpek Wariga juga sering disebut dengan nama Tumpek Pengarah, Tumpek Pengatag, Tumpek Uduh, atau Tumpek Bubuh. Hari ini dipergunakan untuk memberi semacam arahan atau berkomunikasi dengan tumbuh-tumbuhan agar berbuah yang banyak dan hasilnya. Hari raya tumpek wariga merupakan penghormatan manusia kepada tumbuhan karna tanpa tumbuhan kehidupan di Bumi akan lenyap, mari menjaga dan merawat pohon agar lingkungan tetap lestari. Hari Raya Nyepi sudah sebagian besar mengenal, pada saat hari raya ini manusia diminta untuk mengevaluasikan diri dan merenung tentan...
Buleleng Environment Community Forum
Forum Komunitas Lingkungan Kab. Buleleng 22 Maret 2025 Bertepatan hari Earth Hour dilaksanakan kegiatan di Krisna Beach Street Pantai Penimbangan. Forum diikuti oleh Komunitas Lingkungan daerah Kab. Buleleng, baik Komonitas Sispala dan Mapala, Umum, serta Komunitas Masyarakat yang bergerak dibidang lingkungan. Adapun tujuan tujuan forum adalah: Forum komunikasi antar Komunitas di daerah Kabupaten Buleleng. Berbagi/sharing pengalaman kegiatan yang dilaksanakan Komunitas masing-masing Media atau wadah untuk berkolaborasi dalam berkegiatan kedepannya. Membentuk Struktur pengurus Forkom Link Buleleng Membahas isu-isu lingkungan dan solusi-solusi sebagai gagasan dari diskusi forum Menghasilkan kesimpulan-kesimpulan dari hasil diskusi forum sebagai bahan masukan kepihak berwenang terkait (Pemerintah/DPR) Next...