Kelihatan sepele kasak kusuk dibawah kolong meja, cikal bakal kelak menjadi perilaku/karakter yang kurang baik
Mengubah mindset sejak dini kata Sampah coret dalam otak, ini namanya Sisaku
Sisaku Tanggungjawabku
Kebiasaan yang masih dijumpai di sekolah murid menaruh atau memasukan sisa kertas atau bahan lain di dalam kolong meja. Kertas sering diremas oleh murid berbentuk bola. Kebiasaan ini jika dibiarkan berjalan dalam kurun waktu lama, akan menanamkan karakter yang kurang baik. Karakter tanggung jawab dan menghargai kertas atau barang, karakter ini akan menormalisasi hal tersebut seperti hal sepele dan tidak merugikan.
Cikal bakal perilaku yang kurang baik ini akan tersimpan di otak dalam jangka panjang, perilaku menaruh atau menyembunyikan sesuatu dikolong meja terselamatkan dari tanggung, karena sisa atau sesuatu itu tidak terlihat. Keesokan hari kertas yang ada didalam kolong akan dikeluarkan begitu saja ke lantai, piket kelas sepertinya dia melakukan hal yang baik membersihkan sisa-sisa dalam kolong meja.
Sisa-sisa kertas dan bahan lainya akan disapu bergabung di atas lantai sebagai bentuk Sisa milik kelas itu sendiri. Hal sepele dari sisa kertas peribadi menjadi kumpulan sisa-sisa kelas itu sendiri. Kalau terlihat tumpukan sisa dan kotor tidak terlihat pelakunya hanya segelintir murid yang kurang bertanggungjawab.
Kebiasaan yang dinormalisasi ini akan menjadi bom waktu dikemudian hari. Karakter menyembunyikan sesuatu di kolong meja, tidak terlihat dan yang membersihkan orang lain.
Berjalannya waktu generasi yang melekat karakter menyembunyikan sesuatu dikolong meja tidak menimbulkan masalah karna tidak terlihat. Kelak disaat bekerja karakter ini akan muncul untuk menyembunyikan sesuatu sepanjang tidak ada yang mengetahui.
Keadaan yang dianggap normal ini diterima oleh kelompok yang memiliki perilaku atau karakter 11 12, cikal bakal dari kebiasaan tidak bertanggung jawab ini yang memunculkan perilaku korup jika sudah bekerja. Kasak kusuk di bawah meja teman sekerja akan bermanifestasi perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan tercela sepanjang bisa menyembunyikan.
Masih banyak perilaku atau kebiasaan yang dianggap sepele akan berdampak fatal bagi generasi yang akan datang. Mencotek juga akan memupuk karakter kerja mudah dapat hasil baik, dan kebiasaan tidak menghargai lingkungan akan memunculkan generasi yang tidak bertanggungbjawab secara moral.
Pembentukan karakter harus menjadi titik berat proses pendidikan dari usia dini, dasar dan menengah. Pembentukan kebiasaan ini berbarengan di sekolah, keluarga dan masyarakat. Kolaborasi dan kerjasama adalah kunci untuk membangun karakter generasi penerus.
SOLUSI
Rutin mengadakan CKM Cek Kolong Meja terutama pada saat jam akhir pelajaran. Pembentukan Pecaling yakni kelompok Pecalang Lingkungan dan Pecinta Lingkungan. Keberlanjutan agar membentuk kebiasaan positif dan bertanggungjawab. Pasang Slogan atau poster STOP LUUTUNG
Mungkin karakter Luutung Berdasi berawal dari pembiaran Luutung dan Luubak dari usia dini
Laporan Nataru 2023 klik sini THK2022 Activities: Planting Bamboo Seeds, as well as avocado and Mangis seedlings. The planting location is in the upstream area or peak of Panji Anom Village above Lake Buyan Buleleng. Coordinates for planting in the North Bali State Forest area around Penyawangan Puncak Landep Temple. A rea Penanaman Planting was carried out by Taru Hijau Community Conservation and collaborating with KTH and related parties from Villages and Forestry. The children's team from YBAI joined in the activities, the Team from Surya Medika Health Vocational School also gave their time, and the Mapala Mapala Loka Samgraha Team from Undiksha also joined in the THK2022 activities. The number of seeds planted was 200 Mangis seeds, 250 Avocado seeds and 100 bamboo seeds. The planting was attended by 41 volunteers or volunteers who are willing to be invited to join in activities without any compensation. Contributions of energy, thoughts and donations in t...
GREEN-FORUM Taruna Hita Global THG Foundation held the Buleleng Regency Environmental Community Communication Forum in Singaraja on March 22-23 2026 with the theme: "THE LOGIC CRISIS GIVES BIRTH TO THE CLIMATE CRISIS THAT IMPACT THE HUMANITARIAN CRISIS" This activity was attended by various groups, from students, college students, to the general public. The event aims to increase public awareness regarding the importance of a logical and responsible mindset in responding to environmental issues, especially the climate crisis whose impacts are increasingly evident. In an interactive discussion, participants were invited to understand the relationship between human thinking and various environmental damage that occurs. Emphasis is placed on the importance of changing daily behavior as a concrete step to preserve nature. Forum Keynote Speaker Mr. Ida Bagus Arya Yoga Bharata and the participants provided input and suggestions in the discussion forum for Controlling...
Foster Tree Busy with routine and accumulating work, entrepreneurs, lecturers, TNI, Polri, lawyers, civil servants and private sector employees increasingly do not have free time to carry out environmental activities. We offer Foster/Care Tree products or programs. Partners/foster parents are needed to adopt several seeds from the Taruna Hita Global Foundation, to be planted according to their natural habitat. Tree habitat in coastal or mountainous areas. Seeds are planted according to orders, the seeds will be helped to be planted in the appropriate area. Plants will contain the GPS KML for each tree planted. The trees will be maintained and their conditions will be updated until the trees planted grow naturally without help to maintain their lives. Foster parents can monitor the progress of the seeds planted by looking at the KML link provided. This program has been implemented since 2...